Saturday, April 23, 2011

Marhaendra Atmo Idris '81

Hendra termasuk salah satu orang yang istimewa karena lahir dengan shio kucing. Kalau kamu bertanya, “Emang ada shio kucing?”. Aku jelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa shio kucing adalah manusia dengan nyawa cadangan.

Saat ini Hendra yang memiliki gelar PLBT memasuki kehidupan ketiga, entahlah mungkin yang dinamakan nyawa cadangan benar adanya.

Saat bom Marriot pertama meledak, tahun 2003, Hendra menjabat F&B Manager Restoran Syailendra, sudah pasti dia berada di Syailendra tempat yang menjadi tanggung jawabnya. Akibat terkena bom Hendra terkena luka bakar bahkan sepotong daging lengan kanannya sudah kiwir-kiwir ketika diangkut massal dengan pick-up ke Rumah Sakit Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Begitulah mimpi tidak selalu sesuai dengan kenyataan, mimpi punya Mercy yang ada malah diangkut pick-up di bak pula.

Sembuh. Delapan tahun kemudian, Maret 2011, Hendra terkena serangan jantung selepas menggowes sepeda, berpindah 3 rumah sakit sebelum dioperasi di RS Bina Waluyo oleh dokter kepresidenan karena Hendra juga seorang presiden bukankah dia Presiden Smandel 81 sesuai dengan gelarnya PLBT, Presiden Lulusan Bukitduri Taman, Taman Bukitduri gitu loh!.




    • Mohamad Rory Faizal Gumay Saya terharu... terharu... melihat foto ini... Allah Swt telah memberikan keajaiban atas kesembuhan Mahaendra... semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur dan sisa hidup kita harus selalu ibadah kepada Allah dan menjauhi larangannya... amin
      03 April at 07:30 ·  ·  1 person

    • Nanie Sapoetra Ass, pg Rory... sy bisa tw alamat Mahaendra? trmksh
      03 April at 07:34 · 

    • Hariyanto Putra Subhanallah ..Allah memberitakan Mukjijat serta kebesarannya .... Allhamdulilah ..di ijabah doa kita bersama .. Bwt .kesembuhan saudara kita Hendra...... Ucapaan terima kasih bwt. Semua saudara/i... Kita khususnya IA ..smandel 81 ... Yg begitu .. Mendewasakan kebersamaan nya ........!
      03 April at 07:34 · 

    • Rosana Harahap alhamdulillahirabbil 'alamin ....
      03 April at 08:25 · 

    • Tri Utami Amiiiin.....
      03 April at 09:58 · 

    • Irianie Rose Pandanwangi Ααmïïïπ ,,,,
      03 April at 18:58 · 

    • Leonard Faried Galistan Aamiin YRA. Barakallahu Fiikum
      03 April at 22:33 · 

    • Hendra Gunawan Marsilan Aaamiiin YRA....
      03 April at 23:35 · 

    • Datuk Arnov Aamiin YRA
      04 April at 00:18 · 

    • Prabowo Irianto Amin YRA....
      04 April at 10:21 · 

    • Tatik Budiharti amin YRA...... semoga terus sehat........
      05 April at 07:48 · 

Ketika di Rumah Sakit Mitra Keluarga - Jatinegara, denyut jantung Hendra mencapai 180 denyut per-menit yang disebabkan Hendra terlalu bersemangat ketika dibezuk kawan-kawan artinya dengan mengangkat tangannya sendiri bisa saja Hendra meninggal mendadak. “Men, gue dusir perawat lagi mbesuk Hendra, guenya sih biasa aja, Hendranya yang nggak bisa diem pecicilan”, lapor Dani ’80 melalui hape. Masa itu terlewati yang menyebabkan Hendra kini memasuki kehidupan ketiga.
WAJAH MASA SMA "DULU n SEKARANG" by Lucy Schambach

Sewaktu di Smandel terus terang aja Hendra nggak punya prestasi yang bisa membanggakan kedua orangtuanya. Satu-satunya prestasi yang bisa membanggakan dirinya ketika memperoleh gelar Raja Kemping yang didapatnya saat Jambore Puapala tahun 1978.

Aku masih ingat banget waktu Hendra ingin bernyanyi di acara api unggun dengan mendendangkan lagu “Ayo-Ayo” dari Bee Gees. Panitia dan peserta Jambore sudah pasti binggung, memang Bee Gees bikin lagu Indonesia?, kayak lagu Pramuka atau petani yang mau bercocok tanam. Ternyata memang betul Bee Gees bikin lagu Ayo-Ayo, begini lagunya.

I.O.I. I. I. I. I. I.O.I.O. (4x) You know I love getting up in the morning
When the sun first strikes the trees
All the morning birds that sing above
Still bring back memories
………………..

AYO ..... A A A A A AYO ........ AYO! 




  • Hahahahahahha.....lanjut Men !

Sunday, February 27, 2011

Vivi Muvida '81

Aku kagum banget dengan akting Kiera Knightley dalam filem Pirates of the Caribbean yang mengesankan cewek cantik tapi gagah. Nah, untuk Smandelers siapa ya yang berkesan seperti itu? Kalau pilihanku jatuh kepada Vivi Muvida bukan tanpa alasan.

 Vivi pernah satu kelas denganku di 2 IPA 8, Apadela, dulu dia suka dipanggil roti oleh kawan-kawan, bukan karena tukang roti tetapi anak juragan roti Barliana.

Kalau cantik dari luarnya sudah kelihatan nah kalau gagah dimananya? Aku baru sadar setelah jalan bareng dengannya.

Ceritanya begini, Aria laporan kepadaku, “Men, Vivi sama Lia’81 nanti malem mau naik gunung diajak Nurul ’80 dan Avi ’80, kita ikutan nggak?”.
“Ha, naik gunung? Gue mana kuat”.
“Ya kuat lah!, Vivi sama Lia aja naik gunung masa kita nggak”, jawab Aria sambil menebar racunnya dengan menjadikan Vivi dan Lia sebagai patokan.
“Ya udah kita naik gunung, tapi mereka keberatan nggak kalau kita ikutan?”, aku mulai terkena sengatan racun Aria.

Malam minggu di awal tahun 1980 menjadi pendakian pertama buat Vivi, Lia, Aria dan aku, capai memang tetapi terbayar dengan  kegembiraan yang kami peroleh.

Baru seminggu berlalu, hari Sabtu sebelum pulang sekolah Vivi mendatangi mejaku, “Men, nanti malem gue naik gunung lagi, elo sama Aria mau ikutan nggak?”. Gila, gagah banget ini cewek baru minggu lalu naik gunung sekarang naik gunung lagi. Itulah awalnya Apadelaers saban minggu naik gunung dan pesertanya mulai merentas ke kelas 1 IPA 8 angkatan 82.

Sekarang aku mau cerita setahun sebelumnya waktu aku dan Vivi belum saling mengenal. Kelasku 1 IPA 2 berada di lantai 2, setelah menaiki tangga belok kanan, paling pojok di sisi kanan. Saat ingin kembali ke arah kelas aku berpapasan dengannya.

Suasana sepi karena hanya kami berdua di koridor. Vivi mulai memberikan senyuman kepadaku, ada angin apa pikirku, akupun tidak menyia-nyiakan suasana ini senyumku yang dikagumi Roy Matondang alias Omloy moderator media-smandel kulepaskan.

Supaya aku tidak dibilang pembual sebaiknya aku cantumkan tulisan Omloy di milis 4 Desember 2008, "The O....gw kenalan ama ente di halaman rumah duka Almarhum Danar....senyumnya itu loh...ck ck ck...dah gitu becanda muluw.Selamat Ulang Tahun yeach....semoga makin Oo...".

Hariyanto juga nggak mau ketinggalan. Hariyanto Putra wrote at 08:24 on 27 May 2010
the ...O.. senyumnya....tuh.....aih=aihhhhh ....

Udah ah, sekarang balik lagi ke cerita utama.
Akibat senyumku, senyum Vivi bertambah manis, anehnya setelah melewatiku ekor mataku masih menangkap kok Vivi masih tersenyum terus, ada yang nggak beres nih cantik-cantik kok senyum-senyum sendiri, hatiku menjadi tidak enak. Kutolehkan kepalaku ke belakang baru kusadari bahwa Vivi bukan tersenyum kepadaku melainkan kepada Uki, pacarnya, yang kebetulan berjalan di belakangku. Oh my God!

Sayang mereka tidak dijinkan oleh Yang Maha Pencipta untuk menikah karena Uki meninggal dunia akibat penyakit ginjal di masa kami kuliah, semoga engkau berbahagia sobat, amin.



Thursday, January 27, 2011

Aria Mandala '81

Di SMA aku mempunyai seorang sahabat Aria Mandala namanya, ada juga yang bilang bukan sahabat tetapi saudara kembar, sama-sama tinggi, begeng, dan rambut berombak, bedanya, seperti iklan Viva, kulitku lebih putih dari Aria.

Bioritme kami selepas sekolah pulang ke rumah masing-masing untuk makan dan tidur siang, sore hari Aria datang dengan Vespa biru, untuk jalan, mengoda teman yang pacaran atau belajar bersama. Terkadang kami pergi naik mobil Toyota canvas Hankam bernomor 249, mobil dinas ayahku, untungnya nggak pernah terkena rahazia POM ABRI.

Pernah juga naik mobil Nurtanio, sekarang IPTN, mobil yang memakai lipstik alias berpelat merah, sebelum berangkat kakak iparku bilang, “Hati-hati remnya harus dikocok dulu!”. Di Bukit Duri Tanjakan aku terlambat mengocok rem akibatnya bumper mobil naik ke roda belakang becak yang menyebabkan ban belakang becak berbentuk angka 8. “Elo nggak usah turun biar gue yang ngurusin”, kata Aria sebentar kemudian dia sudah di dalam mobil, “Beres, jalan lagi! Tukang becanya udah gue kasih 10 ribu untuk beli ban baru!”.

Ibuku paling rewel kalau aku bagun kesiangan, “Men, bangun! Udah siang!”, betapa terkejutnya beliau setelah tahu yang dibangunkan ternyata Aria. Tadi Aria sudah aku bangunkan untuk mandi, “Elo mandi duluan deh!”, kata Aria terus dia tidur lagi.
“Aria, elo mandi nggak? Ini handuknya”
“Nggak usah mandi deh udah jam segini, tapi elo jangan bilang orang-orang kalau gue nggak mandi!”.
Aku tidak pernah bilang kalau Aria nggak mandi, aku cuma memasukkannya ke dalam blog.

Kegemaran kami berdua saban minggu naik gunung bersama Apadela, 2 IPA 8 angkatan 81 dan 1 IPA 8 angkatan 82, berangkat Sabtu pulang hari Minggu.
“Men, elo naik gunung nggak? Anak-anak kelas 1 pada naik gunung tuh!”
“Elo naik gunung nggak?”, aku balik bertanya.
“Gue sih terserah elo, naik ayok! Nggak juga nggak apa-apa”
“Kayaknya kita istirahat aja minggu ini, capek juga naik gunung melulu”

Karena nggak naik gunung, enaknya main kemana ya?. Coba tanya Iva dulu deh.
“Iva, elo malam Minggu diapelin nggak?”
“Nggak? Emangnya kenapa?’
“Gue main ke rumah elo ya?”
“Ya udah gue tunggu”
Sabtu malam aku di rumah Iva, berbincang dan bercanda, nggak ada yang istimewa.
Hari Senin Iva bilang begini, “Omen, Omen elo orangnya lucu banget! Elo dateng malam Minggu gue pikir mau ngapel, eh elo dateng sama pacar elo ...... Aria!”.

Tatik Budiharti 22 January at 17:01 Reply • Report
Bener jadi inget sama Aria, dmn men. . . . Aria skrg kok gak pernah datang di acara2 smandel 81. Gue inget aria kalau dia ngomong cadel. . . . . .
Chormen Omen 22 January at 18:49
Aria tinggal di Tangerang, kita ketemuan yuk!
Tatik Budiharti 22 January at 20:03 Reply • Report
Yuk. . . . . Pasti seru kl anak 2 IPA 8 kumpul dari dulu emang paling kompak.
Chalis Hayatni Kampai 23 January at 00:25 Reply • Report
Ooh dulu Aria pacarnya Chormen ya...?! Wah....kayaknya sampe sekarang belum putus tuh, wkwkwk...
Kania Nursanti 23 January at 11:02 Reply • Report
aria mau ultah .... tuh minggu depan, boleh dong aria traktir ketemuan ............