Saturday, July 24, 2010

Setia Pribadi '76

Pria yang menyukai rambut model plontos kali ini kepalanya terlihat dibalut dengan selembar slayer yang mungkin digunakan untuk menutupi pitak-pitaknya.

Si dokter yang berpraktek resmi di salah satu rumah sakit swasta, mempunyai rasa sosial yang tinggi, berbagai bakti sosial pengobatan dan khitanan masal dilakukannya, pengobatan di daerah bencana banjir, gempa bumi, bahkan tsunami Aceh tak luput dari perhatiannya bersama Expa.
Candid Camera SGF2010 by Teppy Maaruf
Teppy Maaruf and 2 others like this.
Andung Nni, seru abessssssssssss....:-bd, 25 July at 22:58
Djuwita Bunda, backing vokal dadakan .... wah mesti di bina nich ... siapa tau jadi profesi, 26 July at 07:53
Joshua Siregar, dr acing in action......., 26 July at 22:53
Sri Nastiti Budianti, Lupa umur....lupa anak istri.....ini lagi nyanyi atawa lagi action waktu diambil photonya??? ekspresinya seru banget !!!!, 30 July at 02:27
Isma B Koesalamwardi, o, ya ampuuuuun ... lagi nyanyi to? kirain lagi nyorakin lomba tarik tambang ... ;-))) sukses deh, mbak Teppy ... ;-) bravo ..., 30 July at 03:39
Setia Pribadi, Lagu sama band+penyanyinya yang bikin jadi lupdir....he he he..
30 July at 17:18
Bambang Adhi Pratomo, ... Itu kita-kita lagi pada nyanyi ngikutin Doddy Katamsi yang lagi bawain lagu "Highway Star"-nya Deep Purple. Wah seru bangetlah pokoknya... Wan Jamal aja sampai ke depan, ngambil mike-nya Doddy...Rugi banget pokoknya kalo nggak dateng..hehehe.., 30 July at 17:18
Isma B Koesalamwardi, .. iya yah ... coba aku anak 8 yah ... ;-)))
happy to c u all happy ..., 30 July at 18:51
Moh Jamaludin, gileeee tuh dokter semangat bangeet....maklum depan pasien kan kagak bisa teriak kayak gitu he he ...ok sukses dokter Acing


Acing, nama panggilan akrab dokter Setia Pribadi, lulusan USU (Universitas Samping UI), aku jumpai di SGF sedang asyik makan lontong dan sate ayam dalam kemasan boks plastik yang dibelikan oleh Titi Smandel 80 yang merangkap menjadi istrinya.

Seorang remaja bernama Karris mendekat ketika kami asyik berbual, “Salam om Acing dulu dong!”.
Ketika mereka bersalaman dan saling pandang, kalimatpun aku lanjutkan, “Masih pada inget nggak …?”
“Gue lupa …, siapa nih Men?”, Acing kebingungan.
“Kayaknya pernah ketemu, tapi aku lupa …..?” Karris lebih kebingungan lagi.
Daripada mereka stes kebingungan, mendingan aku kasih tahu aja.
“Ini om Acing yang nyunat kamu dulu!”, penjelasanku kepada Karris.

Keluar deh komentar ceplas-ceplos dengan sedikit menjurus porno, merek dagang Acing, “Kalau muka, gue emang gampang lupa! Tapi kalau celananya dibuka, gue lihat TitiTnya ……, gue pasti tahu itu TitiT siapa!”.

Hilda Red '83

“Chormennnnnn ……..!”, suara seorang wanita memanggilku di arena panggung hiburan SGF, aku celigak-celiguk mencari sumber bunyi, nggak ada muka yang aku kenal.
“Men, sini ….”, panggil wanita berambut merah, seolah lelaki panggilan aku menuruti permintaannya.
“Aduh, maaf ya gue lupa ….”
“Gue Hilda”
“Hilda …? Hilda apa ya?”
“Hilda Red, angkatan 83”

Pantaslah wanita ini bernama Red, mulai dari sepatu, perona bibir dan rambutnya berwarna merah, kalau giginya memakai behel pasti warnanya merah, mungkin juga pakaian dalamnya berwarna merah, nggak mau kalah kompak.

Orangnya nyentrik bisa dibilang, bayangin kaos SGF digunting-gunting, klop dengan wanita yang rada cuek-bebek ini, disela robekan kaos di bahu terlihat singlet, sudah pasti berwarna merah.
RED @ GREEN by Hilda Red
Andung Nni, ini salah satu contoh penonton yg tidak menyenangkan...qkqkqkqk..j
gn deket2 red, die belum divaksin rabies tuh...=)), 31 July at 17:54

Aku nggak sempat berbicara panjang dengan Hilda, nggak enak sama 3 brondong yang tengah berbincang dengannya, bukan apa-apa takut brondong-brondong itu tersaingi.
“Kita kan sesama rocker, salam roker dulu dong!”, katanya. Hi hi hi ada juga yang bilang aku rocker.

Saat rock session, entah di lagu keberapa si rambut merah pengagum Janis Joplin meyeruak ke atas panggung berduet dengan Doddy Katamsi, eh ternyata rocker betulan, tahu begitu aku tadi minta tanda tangan.
“Salam rocker dulu ach!”

Edi Purwanto '73

Smandel Green Festival menghadirkan pribadi menarik untuk disajikan, salah satunya pria bertopi putih dengan pernik biru hitam yang menonjol yang kita semua kenal, lencana sekolah, benar-benar Smandel!.

Pagi-pagi benar pria ini sudah bercokol di depan garis start jalan santai, selepas jalan santai aku berbincang di lokasi bazar dengan pemilik satu-satunya lencana Smandel yang terlihat di arena SGF.
Green Fielday SMA 8 di Buperta by Julianto Soeroso
Edi Purwanto, nama yang keluar dari mulutnya, ketika aku bertanya nama lengkap, dengan suara lemah lembut ciri lelaki yang Jawa banget.

Lencana yang diperoleh sejak masuk Smandel sejak tahun 1970 dirawat dengan baik, sudah 40 tahun saat tulisan ini dibuat, “Saya simpan dalam plastik”, alumni lulusan tahun 1973 ini menjelaskan.

“Takitri sekarang masih ada nggak ya? Dulu saya yang pertama kali mbuat, masih pake mesin stensilan”, tutur Edi sambil memutar tangan kanannya seolah memutar mesin cetak di eranya.

Wah, gawat nih! Angkatan 70an yang suka membaca Takitri artinya suka membaca stensilan dong!